ITDC Perkuat Pariwisata Berkelanjutan di The Nusa Dua dan The Mandalika
The Nusa Dua, 15 Mei 2026 – Di tengah pesatnya pembangunan sektor pariwisata, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat komitmen terhadap implementasi prinsip keberlanjutan melalui pendekatan Protecting Nature sebagai bagian dari framework sustainability perusahaan. Melalui pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), ITDC mengintegrasikan upaya ketahanan iklim, efisiensi energi, pengelolaan limbah dan air, hingga perlindungan keanekaragaman hayati dalam satu ekosistem kawasan yang berkelanjutan.
Komitmen ITDC terhadap Pariwisata Berkelanjutan
Direktur Komersial & Marketing ITDC, Febrina Mediana, menegaskan bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas destinasi pariwisata sekaligus memperkuat daya saing kawasan pariwisata. Menurutnya, RTH tidak sekadar menjadi elemen lanskap, tetapi bagian dari infrastruktur ekologis yang berkontribusi terhadap kualitas udara, pengendalian suhu kawasan, serta ketahanan terhadap perubahan iklim. “Penguatan RTH di The Nusa Dua dan The Mandalika diarahkan untuk menghadirkan ekosistem destinasi yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan, tidak hanya indah secara visual,” ujar Febrina.
Penguatan RTH di The Nusa Dua
Di kawasan The Nusa Dua, ITDC mengelola RTH seluas ±97 hektare atau sekitar 27% dari total kawasan 359,7 hektare. Sebanyak 43 hektare di antaranya telah ditanami lebih dari 5.700 pohon dari 138 jenis vegetasi, termasuk 32 jenis pohon lokal dan endemik. Selain itu, kawasan ini telah menerapkan sistem lagoon sejak 1979 yang mampu mengolah hingga ±10.000 m³ air limbah per hari untuk dimanfaatkan kembali sebagai irigasi kawasan hijau. Berdasarkan kajian terbaru, total serapan karbon kawasan mencapai 16.279,57 ton karbon.
Pengembangan Green & Blue Space di The Mandalika
Di The Mandalika, ITDC mengalokasikan sekitar 30% kawasan atau sekitar 363 hektare sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sepanjang tahun 2025, lebih dari 10.400 pohon telah ditanam melalui program rehabilitasi lingkungan. Pada tahun 2026, ITDC menargetkan penanaman 15.000 pohon mangrove di kawasan pesisir. Pengembangan kawasan The Mandalika juga mengintegrasikan konsep green space dan blue space, yaitu perpaduan ruang vegetasi dengan elemen air seperti pantai, laguna, dan area konservasi guna memperkuat ketahanan kawasan terhadap perubahan iklim.
Melalui integrasi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), ITDC menempatkan RTH sebagai infrastruktur hijau strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem, memperkuat daya saing destinasi, serta mendukung pengembangan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan rendah karbon.
Komentar
Posting Komentar